Rabu, 07 Oktober 2015

Mobil Mini karya Ided Solihin baru setengah jadi (Foto : Bambang)
Mobil Mini karya Ided Solihin baru setengah jadi (Foto : Bambang)

Wow! Alat Peraga Ayunan Hantarkan Ided Jadi Juara 3 LIPI

GARUT, FOKUSJabar.com : Berinovasi dan berkarya bagi Ided Solihin, seorang tenaga pendidik di SMAN 3 Garut, nampaknya sudah melekat dalam jiwanya. Betapa tidak, pada tahun 2004 mendapatkan penghargaan dari Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) dan 2007 juara pertama lomba inovasi media pembelajaran dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Dua tahun berikutnya (2009) dianugerahi juara ke-3 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada lomba kreativitas ilmiah guru ke-XVII tingkat SMA kejuruan Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi (Mipatek).
ided solihin (Foto : Bambang)
ided solihin (Foto : Bambang)
“ Saat itu, saya membuat alat peraga pemanfaatan energi ayunan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas dan menumbuhkan kemandirian siswa dalam menghadapi krisis energi,” kata Ided Solihin, Rabu (7/10/2015).
Menurut dia, alat peraga ini untuk mempercepat daya tangkap siswa, mengurangi penyampaian informasi secara verbalisme, melatih siswa untuk menerapkan konsep-konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari dan menumbuhkan inspirasi siswa untuk menemukan energi alternatif dalam menghadapi krisis energi.
ided solihin tengan menunjukan alat peraga ayunan (Foto : Bambang)
ided solihin tengan menunjukan alat peraga ayunan (Foto : Bambang)
Tujuan pembuatan alat peraga ini diharapkan dapat memperlancar mutu proses dan hasil pembelajaran yang dilakukan terhadap siswa. Selain itu, membantu guru dalam memperjelas materi yang disampaikan kepada siswa, meningkatkan antusiasme serta motivasi cara kerja siswa aktif.
Menambah pengalaman belajar siswa yang lebih variatif, menumbuhkan kreativitas siswa dalam menemukan energi alternatif, meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep materi pembelajaran melalui audio visual dan motorik atau praktik.
Selanjutnya lebih meningkatkan pemahaman guru terhadap karakteristik siswa dan guru dapat melakukan evaluasi yang lebih bervariasi. Baik itu untuk penilaian afektif, kognitif dan psikomotorik.
“ Pembuatan alat peraga ini merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi keterbatasan media atau alat bantu pelajaran yang banyak dilakukan guru dan sekolah. Kegiatan pembelajarannya lebih menekankan kepada variasi pengalaman belajar. Allhasil, para siswa dapat memahami materi pelajaran secara audio (pendengaran), visual (penglihatan) maupun kinestika (gerak),” papar Ided Solihin.
Diberitakan sebelumnya, kini Ided Solihin tengah merakit sebuah kendaraan roda empat berkapasitas dua orang penumpang. Bahan-bahannya lebih banyak menggunakan dari bahan bekas elektronik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar