Pembangunan Mega proyek Copong Garut (foto: bambang F)
Waduh! 1700 Hektar Lahan Pertanian di Garut Terancam Puso
GARUT, FOKUSJabar.com: Dampak dari terganggu atau terpotongnya saluran air tersier oleh proyek Copong, mengakibatkan sekitar 1700 hektar lahan pertanian di Kecamatan Leuwigoong, Banyuresmi, Sukawening dan Wanaraja terancam puso karena tidak terairi. Terlebih, saat ini wilayah tersebut tengah dilanda musim kemarau panjang.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Daerah Irigasi (DI) Leuwigoong, Kabupaten Garut, Solihin Afsor. Menurut dia, lahan seluas itu tidak terairi lantaran sedikitnya 60 saluran air tersier tidak berfungsi.
Terkait hal tersebut, pihaknya ini mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar segera membangun atau merehabilitasi saluran-saluran air yang terputus akibat pembangunan Mega Proyek Copong.
“ Alhamdulillah, dari 60 saluran Tersier, 27 diantaranya sudah diperbaiki,” ujar Solihin, Selasa (6/10/2015).
Untuk menyelamatkan lahan pertanian seluas 1.700 hektar itu, Pemkab Garut menginstruksikan pelaksana proyek Copong membuatkan pintu sadapan yang berfungsi sebagai pembagi air ke lahan-lahan pertanian milik warga.
Diberitakan sebelumnya, akibat terpotongnya saluran air tersier sangat mengpengaruhi atau berdampak terhadap menurunnya produktivitas hasil pertanian. Baik itu padi maupun tanaman palawija.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar