Selasa, 22 Desember 2015

Ilustrasi (web)
Ilustrasi (web)

Ditemukan Narkoba, Kalapas Narkoba Gintung Berdalih Kurang Personel

CIREBON, FOKUSJabar.com: Ditemukannya barang bukti berupa ganja dan serbuk yang diduga morfin di area napi Lapas Narkoba Gintung Kabupaten Cirebon, Kalapas Narkoba Gintung Heni Yuono melalui KPLP mardi Santoso, SH, M.Si mengaku karena memang keterbatasan akan personilnya yang berada di dalam Lapas sendiri, Senin (21/12).
Dikatakan Heni bahwa kini personel yang berada di Lapas Gintung tersebut belum maksimal dengan kondisi Lapas yang melebihi kapasitas penampungan narapidana. Sehingga adanya barang bukti yang ditemukan oleh pihak kepolisian itu pun sebagai salah satu dari kurangnya maksimal tenaga kerja yang ada.
“Kita kekurangan personel mas, untuk tim pemantau saja yang seharusnya 15 orang yakni terdiri dari enam orang mengisi di pos pemantauan atas sisanya sembilan orang di pos pemantauan dalam sekarang baru dipenuhi hanya tujuh orang, dua orang di pos pemantauan atas dan lima orang di pos pemantauan dalam,” ucapnya.
Namun Heni juga mengaku akan tetap memaksimalkan pemantauan yang ada dan tidak sering melakukan razia tiap harinya dengan sistem undi kamar dan blok.
“Kita tiap hari razia namun tidak semuanya, dikocok kamar mana saja dan blok mana saja yang akan kita razia,” ucapnya
Hadirnya razia dari kepolisian hari ini pun tentunya disambut baik olehnya, pasalnya memang meski tak semua blok dirazia karena keterbatasan tenaga dan teknologi dsangat membantu dalam usaha pihaknya dimana agar lapas zero narkoba serta handphone.
“Kita terbantu sekali dengan agenda razia polres di lapas gintung ini, meski memang tidak menyeluruh di semua blok tapi kami berharap kedepan di keseluruhan blok dengan teknologi serta anjing pelacak sehingga betul-betul Lapas Gintung Zero Narkoba serta HP,” ucapnya.
Berbicara sanksi untuk adanya kepemilikan ganja dan serbuk yang diduga morfin karena memang kepemilikannya belum jelas pihaknya masih menunggu atas penyelidikan kepolisian, sedangkan untuk adanya HP seperti di blok C kamar 21 akan dijatuhi hukuman selama dua minggu tak boleh keluar kamar.
“Untuk pemilik ganja dan serbuk yang diduga morfin kita tunggu hasil penyelidikan, adapun bagi temuan Handphone kita akan keongkan kamar 21 di Blok C selama dua minggu, para penghuninya gak boleh keluar seperti kamar 17 blok C dimana hingga kini menjalani hukuman,” tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar