Selasa, 30 Juni 2015

SIM Keliling 1

Mobil SIM Keliling Polrestabes Bandung Hadir Di Carrefour Kiaracondong

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Mobil layanan SIM Keliling Polrestabes Bandung pada hari ini, Rabu (1/7/2015), hadir di Carrefour Jalan Ters Kiaracondong Kota Bandung. Mobil SIM Keliling Polrestabes ini akan melayani perpanjangan SIM mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
SIM Keliling 3
Untuk warga Kota Bandung yang akan melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C harus membawa beberapa persyaratan. Diantaranya KTP Kota Bandung asli dan fotocopy, serta SIM asli yang sudah habis masa berlaku. Selain itu, pemohon pun diharapkan bisa membawa serta kartu keluarga dan akte kelahiran
Untuk perpanjangan SIM A, setiap pemohon akan dikenakan biaya sebesar Rp150.000. Sedangkan untuk perpanjangan SIM C sebesar Rp145.000. Dengan rincian, biaya pokok perpanjangan SIM A sebesar Rp80.000, perpanjangan SIM C sebesar Rp75.000. Ditambah untuk biaya kesehatan sebesar Rp40.000 serta biaya asuransi dengan besaran Rp30.000.
Selain layanan SIM Keliling, Polrestabes Bandung pun memiliki layanan SIM Corner yang berlokasi di Pasar Modern Batu Nunggal, Blok RG-03, Komplek Batu Nunggal, Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung. Layanan SIM Corner Polrestabes Bandung sendiri beroperasi setiap hari Senin hingga Sabtu mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.
Selain itu, Polrestabes Bandung pun memiliki SIM Outlet yang berada di Bandung Trade Centre atau BTC Mall di lantai basement, Jalan Djunjunan (Pasteur) dengan waktu operasional pada Senin sampai Minggu mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Sementara untuk Call Centre SIM Keliling Kota Bandung bisa menghubungi pesawat telepon nomor 022-61755575.
Sementara untuk pembuatan SIM Internasional yang berlaku hingga tiga tahu hanya bisa dilakukan di Korlantas Polri, Jalan MT Haryono Kav 37-38, Jakarta dan buka dari Senin sampai Jumat mulai pukul 08.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB.
(ang)
Ridwan-Kamil

Telusuri SKTM Palsu Pada PPDB, 1800 Brigadir RW Akan Datangi Rumah Warga

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyebutkan, sebanyak 1800 brigadir RW Kota Bandung akan dikerahkan untuk melakukan pengecekan terkait pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang disinyalir menggunakan surat keterangan miskin (SKTM) palsu. Mereka akan melakukan inspeksi dari rumah ke rumah.
“Sebanyak 1800 brigadir RW akan datang ke rumah-rumah dan kalau ketahuan membohongi, itu yang namanya si orang tua akan kita sanksi,” ucap Ridwan kepada wartawan di Balai Kota Bandung Jalan Wastukencana, Selasa (30/6/2015).
Ridwan menegaskan, sanski diberikan tidak hanya kepada orang tua yang memalsukan SKTM. Tapi, juga kepada aparat mulai tingkat RT/RW dan Lurah akan mendapatkan sanksi tegas.
“Nanti yang diperiksa multilevel. Jika mereka lalai memeriksa, termasuk jika ada mafia-mafia yang menawarkan ini (SKTM), juga akan kita tindak. Selanjutnya bagaimana polisi yang melakukan tindakan sesuai prosedurnya,” tegas Ridwan.
Ridwan mengungkapan, 1000 pendaftar PPDB disinyalir menggunakan SKTM palsu di tingkat SMA dan SMK di Kota Bandung.
“Itu data dari Kadisdik. Mungkin karena tahu polisi sudah berdatangan ke sekolah-sekolah, sarieuneun meureunnya (ketakutan mungkin). Dari awal tong macem-macem (jangan macam-macam) kenapa ini berlaku macam-macam,” tegas Ridwan.
(Budi/ang)
Pemeriksaan Kesehatan (Dokumentasi Foto Pendam III Siliwangi)
Pemeriksaan Kesehatan (Dokumentasi Foto Pendam III Siliwangi)

Prajurit TNI Dites Bebas HIV/AIDS

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kesehatan prajurit merupakan bagian penting dari kesiapan sebuah kesatuan, untuk itu 300 orang prajurit Yonarhanudri-3 Dam III/Siliwangi diberikan kesempatan untukmelaksanakan pemeriksaan kesehatan berkaitan dengan tes HIV/AIDS bertempat di  Aula Niptah Yonarhanudri-3 Dam III/Siliwangi, Senin (29/6/2015).
Pemeriksaan Kesehatan (Dokumentasi Foto Pendam III Siliwangi)
Pemeriksaan Kesehatan (Dokumentasi Foto Pendam III Siliwangi)
Komandan Batalyon Arhanudri-3 Dam III/Siliwangi Mayor Arh A. Andre Wira K., S. AP menjelaskan kepada seluruh Prajurit Yonarhanudri-3 bahwa kegiatan tersebut yang di digelar atas kerjasama Yonarhanudri-3 dengan Kesdam III/Siliwangi, karena rasa sayang terhadap anggota dan juga salah satu upaya satuan Yonarhanudri-3 dalam rangka deteksi dini  dan pencegahan penularan HIV/AIDS di jajaran prajurit Yonarhanudri-3 Dam III/Siliwangi dan keluarganya.
Kapten Ckm (K) Winda pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa tes HIV/AIDS bertujuan melindungi keluarga besar Yonarhanudri-3 Dam III/Siliwangi dari risiko penularan HIV/AIDS, sekaligus untuk mengetahui status HIV/AIDS secara lebih dini.
Dengan mengetahui sejak dini, maka kita akan dapat meningkatkan mutu hidup ODHA (orang dengan HIV/AIDS), mencegah penularan atau memutus mata rantai penyebarannya, dan mengurangi dampak sosial ekonomi yang ditimbulkannya.
Lebih lanjut dikatakannya kebanyakan orang yang terinfeksi virus HIV tidak menyadari akan status HIV mereka, untuk itu pengujian tes HIV secara berkala penting untuk dilakukan, karena dapat mengurangi berkembangnya epidemi HIV serta dengan pendeteksian dini ini dapat meningkatkan pengobatan bagi  penderita  HIV.
Dijelaskan pula bahwa penularan HIV/AIDS bisa melalui darah, cairan sperma, cairan vagina, dan air susu ibu. Kemudian untuk pencegahannya dapat dilakukan dengan A atau abstinensi (tidak melakukan hubungan seks bagi yang belum menikah), kemudian B atau Be Faithfull (setia pada satu pasangan), C atau Condom (memakai kondom), dan terakhir adalah D atau drug (tidak menggunakan narkoba).
(DEN)
Panahan (web)
Panahan (web)

Minim Atlet Recurve, Panahan Jabar Jajal BK

BANDUNG – Unggul dinomor ronde nasional, cabang olahraga panahan Jawa Barat minim atlet untuk nomor ronderecurve. Pelatih Panahan Jabar Asep Rahmat mengaku akan terus mencari potensi yang dimiliki Jabar untuk bisa dimaksimalkan. Sehingga bisa menopang tim panahan Jabar meraih target yang dicanangkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 mendatang.
Bahkan untuk atlet-atlet junior pun, kata Asep, kini banyak yang mulai tertarik untuk menggeluti nomorcompound dibanding recurve. Padahal untuk nomor compound ini, dari peralatannya saja dinilai lebih sensitif. Waktu di ajang Porda 2014 saja, atlet yang ikut nomor recurve putri hanya diikuti tujuh orang.
“Saya akui Jabar memang kekuatan dinomor ronde nasional. Tapi bukan berarti tidak ada kekuatan di nomor lain. Buktinya di Kejuaraan Surabaya Open, nomor recurve dan compound Jabar masih bisa menyumbang emas,” ujarnya.
Asep mengaku hal itu menjadi pekerjaan rumah pengcab-pengcab yang ada di Jabar untuk terus melakukan pembinaan di semua nomor. Menurutnya, dengan banyaknya latihan akan memunculkan kekuatan-kekuatan baru di Jabar, selain ronde nasional. Babak kualifikasi (BK) PON XIX/2016 untuk cabor panahan juga dinilai Asep akan menjadi momentum untuk mengecek kekuatan atlet Jabar baik di nomor ronde nasional, recurvedan jugacompound.
Untuk memaksimalkan persiapannya menuju Jabar Kahiji di PON 2016, pihaknya rutin menggelar tes bagi para atletnya. Belum lama ini saja Pengprov Perpani Jabar melakukan tes untuk melihat peningkatan kemampuan atlet sebelum nantinya akan dilakukan promosi degradasi yang rencananya akan digelar setelah Idul Fitri nanti.
Cipuk dalam kemasan siap dipasarkan (Foto : Tasdik)
Cipuk dalam kemasan siap dipasarkan (Foto : Tasdik)

Cipuk Cemilan Khas Garut, Spesial Di Bulan Ramadhan

GARUT, FOKUSJABAR.com: Makanan khas Garut Jawa Barat, yang satu ini memang sedang naik daun, sebut saja cipuk yang merupakan singkatan dari Aci (sagu) dan kerupuk, cemilan ini memang sangat digemari para perempuan yang identik senang makanan pedas.
Menurut pemilik usaha cipuk, Irma Ridyawati (36), warga Kampung Cilageni, Desa Karangtengah, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut Jawa Barat, cipuk paling nikmat disajikan dengan sambal rujak yang pedas, sehingga tak heran jika kaum perempuan banyak mengemari.
” Biasanya habis berbuka puasa, cipuk disajikan dengan sambal rujak yang pedas pasti mantap, ” ujarnya, Selasa (30/6/2015) kepada wartawan.
Cipuk siap disantap, disajikan dengan sambal rujak (Foto : Tasdik)
Cipuk siap disantap, disajikan dengan sambal rujak (Foto : Tasdik)
Cara membuat cipuk sangatlah mudah, bahan yang dibutuhkan kerupuk mentah, aci, bumbu dan bumbu untuk sambal rujak. Mula-mula kerupuk mentah dihancurkan, direndam selama 10 menit, kemudian dicuci bersih dan ditiriskan, selanjutnya mencampur aci dengan air plus bumbu lalu masukan kerupuk yang sudah ditiriskan tadi.
Berikutnya, ambil cetakan patalon kemudian cipuk mentah dimasukan kedalam paralon, setelah diperas dikeluarkan airnya, lalu dikukus selama 30 menit.
” Mudah dan cepat cara produksi cipuk, tinggal setelah dingin, cipuk dipotong-potong lalu dogoreng, cipuk sajikan enak saat masih hangat, ” ungkap Irma.
lanjut Irma, omzet penjualan cipuk mengalami kenaikan hingga lebih dari 100 persen, bila dibandingkan dengan penjualan cipuk pada hari biasanya, dengan harga yang sangat terjangkau Rp8 ribu per kemasan.
” Kalau hari-hari biasa saya mampu menjual hingga 100 kemasan, di bulan Ramadhan bisa mencapai 200 kemasan, ” pungkasnya.**
(Tasdik/DEN)
Pengunjung Pasar Baru Melonjak, Pelayanan Harus Ditingkatkan
Pengunjung Pasar Baru Ilustrasi (bandung.bisnis)

Pengunjung Pasar Baru Melonjak, Pelayanan Harus Ditingkatkan

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pengunjung di Pasar Baru mengalami pelonjakan saat Ramadhan dan menjelang Lebaran, pelayanan tidak boleh menurun. Demikian dikatakan Direktur Utama PD Pasar Bermartabat, Rinald Siswandi melakukan pemeriksaan di Pasar Baru, Senin, (29/6/2015).
“Biasanya pemeriksaan dilakukan H-7 Lebaran. Namun, sekarang sengaja dilakukan lebih awal dari biasanya untuk melihat persiapan lebih jauh. Agar pada saat pengunjung mengalami lonjakan pelayanan tetap sama,” kata Rinald.
Rinald dan pihak dari PD Pasar Bermartabat sudah memeriksa beberapa fasilitas umum. Hasilnya, fasilitas umum dinyatakan aman untuk saat ini. Seperti toilet yang sudah tersedia dengan baik, fasilitas ibadah yang sudah disediakan secara portabel di setiap lantai, juga keberadaan ‘money changer’ yang tersedia 4 unit.
Walaupun ‘money changer’ sudah disediakan sebanyak 4 unit. Untuk tahun ini belum ada pengunjung dari luar negeri, seperti dari Malaysia yang biasanya mulai berdatangan menjelang Lebaran nanti.
(Vetra)
Bazaar (foto : web)
Bazaar (foto : web)

Bantu Kebutuhan Masyarakat, Indag Jabar Gelar Pasar Murah Dan Bazaar

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Jawa Barat menggelar pasar Murah dan Bazaar Ramadhan 1436 H. Kegiatan ini sejalan untuk pengembangan perdagangan dalam negeri di daerah.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin membantu kebutuhan masyarakat pada Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
Demikian diungkapkan Kadisperindag Jabar Ferry Sofwan di Bandung, Selasa (30/6/2015). Dia menjelaskan, pasar murah yang digelar tersebut menjual paket kebutuhan sembako, seperti gula pasir, minyak goreng, terigu dan beras dengan harga murah.
“Ini atas kerjasama Mitra Alfamart, Indomart dan Bulog,” kata Ferry.
Tidak hanya itu, pihaknya pun menggelar bazar berbentuk pameran mini yang menampilkan berbagai produk makanan dan minuman, fashion, pakaian, sandal, hingga aksesoris dari 60 pelaku industri kecil menengah (IKM).
“Harga barang yang dijual dijamin bersaing dengan produk berkualitas lainnya,” tegasnya.
Dia mengungkapkan bahwa kegiatan pasar murah dan bazaar Ramadhan itu akan digelar di beberapa lokasi. Kegiatan pertama sudah dilakukan pada 25-26 Juni lalu di Kelurahan Ciroyom, Andir Kota Bandung. Kegiatan serupa akan kembali digelar di Kelurahan Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung pada 2-3 Juli mendatang.
(LIN)
Becak Tak Ikuti Aturan Lalin, Harus Ditertibkan!
Ilustrasi (web)

Becak Tak Ikuti Aturan Lalin, Harus Ditertibkan!

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Salah satu permasalahan transportasi di Kota Bandung adalah becak. Sudah sejak lama, kendaraan roda tiga ini membuat pengendara lain kurang nyaman karena seringnya melawan arus dan parkir sembarangan.
Kabid Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, IW Ginting mengaku sudah melakukan konsolidasi dengan pengusaha becak di kota Bandung dan meminta kepada semua supir becak agar mematuhi peraturan yang ada.
“Pembinaan, penyuluhan, sosialisasi itu memang tugas dari Dishub dan hal itu sudah dilakukan sejak bulan Maret lalu. Sampai kita mengundang pengusaha becak berjumlah 15 orang yang memiliki becak diatas 100. Tapi tetap saja ada, sehingga mungkin perlu dilakukan tindakan penegakan hukum. Maka nantinya kami akan gandeng dari penyidik Satpol PP,” papar Ginting, Senin, (29/6/2015).
Adapun terkait belum adanya tindakan tegas tersebut, kepada PRFM Ginting mengatakan bahwa untuk melakukan penertiban harus melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu.
“Kita perlu melihat kondisi keamanan yang ada di Bandung terlebih dahulu. Karena kalau melakukan tindakan tanpa melihat situasi yang berkembang dikhawatirkan akan muncul situasi yang memanas,” lanjutnya.
Saat ini Dishub sudah menerapkan aturan pelarangan operasi becak di wilayah 7 titik Kota Bandung.
(Vetra)
20150616_094134_harianterbit_kpk

Asep Warlan : KPK Bukan Malaikat

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Akademisi Universitas Parahyangan Bandung Asep Warlan Yusuf mengatakan, tantangan KPK saat ini bukan hanya menghadapi revisi Undang – Undang Nomor 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi, melainkan lembaga pengawasan harus didirikan.
“KPK bukan malaikat, diperlukan semacam lembaga pengawas,” ujar Asep saat wawancara di Bandung, Selasa (30/6/2015).
Menurutnya, saat ini hal wajar apabila lembaga superbody itu terlalu bebas bergerak, lantaran pengawasan secara formal dan khusus tidak ada.
“Pemerintah ada Ombudsman, Kepolisian ada Kompolnas, Kejaksaan ada Komisi kejaksaan, kehakiman ada komisi kehakiman. Kok KPK gak ada?,” katanya.
Lanjut dia, kalau misalkan lembaga pengawas didirikan, kemungkinan potensi konflik akan teru terminimalisir. Selain itu, perekrutannya pun harus independen tanpa intervensi dari pihak manapun.
“Makannya KPK akan logis ketika komisi KPK. Mekanismenya janga diintervensi oleh DPR atau siapaun, dijaring dari jajaran bawah,” tukasnya.
(Adi Suparman/DEN)
Rumah Produksi Obat Ilegal Digerebek BPPOM Bandung
Ilustrasi (web)

Rumah Produksi Obat Ilegal Digerebek BPPOM Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Rumah produksi obat ilegal di kawasan RT 03 RW 06, Desa Sukamanah, Kabupaten Majalaya digerebek petugas kepolisian. Diduga obat ini adalah obat yang sudah dicabut izin edarnya sejak tahun 2010 lalu.
Lokasi pabrik yang berada jauh dari akses jalan utama ini sejak lama tidak diketahui warga. Hal ini, karena pabrik berada berdampingan dengan pabrik tenun lainnya sehingga tidak dicurigai warga. Pengedaran obat sudah sampai ke Surabaya, Banjarmasin, dan Palu.
“Atas perkara ini tersangka diancam oleh Undang-undang Kesehatan pasal 196 dengan kurungan 10 tahun dan denda 1 milyar dan pasal 197 dengan kurungan 15 tahun dan denda 1,5 milyar dengan pelanggaran kemanfaatan dan izin edar,” ujar Kapolres Bandung, AKBP Erwin Kurniawan, Senin, (29/6/2015).
Saat ini sudah dipasang police line di sekitar rumah produksi dan akan terus dilakukan olah TKP oleh pihak kepolisian. Saat pemeriksaan hadir pula Kepala BPOM Provinsi Jawa Barat, Abdul Rohman.
“Kami akan terus melakukan pengawasan dan bekerjasama dengan BPOM untuk memeriksa kasus ini,” pungkas Erwin.
(Vetra)